Sejarah & Budaya

Sejarah Kaca Tempered, Laminated, dan Float

Kapan kaca pengaman dan kaca lembaran modern ditemukan, siapa tokohnya, dan mengapa penemuan itu mengubah cara kita membangun.

Sejarah Kaca Tempered, Laminated, dan Float
Daftar isi
  1. Tetesan Pangeran Rupert
  2. Kaca tempered
  3. Kaca laminated
  4. Kaca float
  5. Kaca insulated dan low-E

Kaca yang kita pasang hari ini lahir dari beberapa penemuan penting. Tahun dan nama berikut adalah yang paling sering dicatat dalam sejarah industri kaca.

Tetesan Pangeran Rupert

Pada abad ke-17 beredar kaca berbentuk kecebong yang dibuat dengan menjatuhkan kaca cair ke air. Bagian kepalanya sanggup menahan pukulan palu, tetapi ujung ekornya yang tipis bila dipatahkan membuat seluruhnya hancur. Itu contoh paling awal dari prinsip yang kini dipakai pada kaca tempered: permukaan yang mendingin lebih dulu menyimpan tegangan tekan.

Kaca tempered

Pada tahun 1870-an seorang penemu Prancis, Royer de la Bastie, mematenkan cara memperkuat kaca dengan pendinginan cepat. Proses industri modern dengan pemanasan di tungku dan hembusan udara berkembang sepanjang abad ke-20 dan kini menjadi dasar kaca pintu, partisi, dan railing. Detail prosesnya ada di Proses produksi kaca tempered.

Kaca laminated

Pada tahun 1903 kimiawan Prancis Édouard Bénédictus menjatuhkan sebuah labu kaca yang dilapisi selulosa. Labu itu retak tetapi tidak berhamburan. Ia kemudian mematenkan konsep kaca berlapis, dan kaca laminated mulai dipakai untuk kaca depan kendaraan sebelum akhirnya masuk ke bangunan. Pembahasan lanjutan ada di Kaca laminated.

Kaca float

Sebelum 1950-an, kaca lembaran yang rata dan jernih harus digosok dan dipoles dengan biaya mahal. Alastair Pilkington dan perusahaannya di Inggris mengembangkan cara mengapungkan kaca cair di atas timah cair sehingga permukaannya rata sempurna. Proses itu diperkenalkan secara komersial pada akhir 1950-an dan menjadi standar hingga sekarang. Lihat Proses pembuatan kaca float.

Kaca insulated dan low-E

Unit kaca ganda dengan rongga udara mulai dipasarkan pada sekitar 1930-an, sedangkan lapisan low-E untuk menahan panas berkembang pesat sekitar 1970-an hingga 1980-an seiring naiknya perhatian pada hemat energi.

Masih ragu memilih yang tepat?

Konsultasi dan survei lokasi gratis di Surabaya dan sekitarnya.

Chat WhatsAppTanya langsung ke kami