Kaca tempered tidak dibuat dari nol di bengkel pemasangan. Bahan dasarnya adalah kaca float lembaran, yang kemudian diolah sesuai pesanan melalui tahapan berikut.
Tahapan produksi
- Pemotongan: kaca float dipotong sesuai ukuran pesanan, biasanya dengan mesin potong otomatis atau meja potong. Ukuran harus final karena setelah tempered tidak bisa dipotong lagi.
- Pengolahan tepi: tepi digerinda dan dihaluskan (lihat Jenis tepi dan finishing) agar tidak tajam dan tidak mudah retak.
- Pengeboran dan pemotongan bentuk: lubang engsel, handle, spigot, serta potongan sudut (notch) dikerjakan pada tahap ini.
- Pencucian dan pengeringan: kotoran, minyak, dan serpihan kaca dibersihkan supaya tidak meninggalkan noda saat dipanaskan.
- Pemanasan: kaca masuk tungku dan dipanaskan hingga sekitar 620–700 °C sampai mendekati titik lunak.
- Pendinginan cepat (quenching): kaca ditiup udara dingin dari banyak nozel. Permukaan mengeras lebih dulu, bagian dalam menyusul, dan terbentuklah tegangan yang membuat kaca kuat.
- Inspeksi: ukuran, ketebalan, lubang, tepi, dan cacat permukaan diperiksa. Lihat Cacat visual kaca tempered untuk toleransi yang wajar.
- Pengemasan: panel diberi pelindung sudut dan kertas atau busa pemisah, lalu dikirim berdiri pada rak.
Pengerjaan tambahan
Sebelum masuk tungku, kaca juga dapat diberi cetak keramik (frit) atau pola sandblast. Setelah tempered, kaca tidak boleh diolah lagi, jadi semua detail harus dipastikan lebih dulu. Dasar pengertian kaca tempered ada di Kaca tempered.
Waktu pengerjaan
Lamanya bergantung pada jumlah pesanan, ketebalan, kerumitan lubang dan potongan, serta antrean produksi. Tanyakan perkiraan waktu secara tertulis sebelum menyetujui pesanan.
Masih ragu memilih yang tepat?
Konsultasi dan survei lokasi gratis di Surabaya dan sekitarnya.
