Sejarah & Budaya

Kaca dalam Seni dan Budaya

Kaca patri, kaca tiup Murano, hingga lukisan kaca di Indonesia: kaca bukan hanya bahan bangunan, tetapi juga medium seni.

Kaca dalam Seni dan Budaya
Daftar isi
  1. Kaca patri (stained glass)
  2. Kaca tiup Murano
  3. Lukisan kaca di Indonesia
  4. Kaca hias modern

Selain fungsional, kaca punya tempat tersendiri dalam seni dan tradisi berbagai bangsa.

Kaca patri (stained glass)

Potongan kaca berwarna dirangkai dengan rangka timah membentuk gambar. Tradisi ini berkembang di katedral Eropa sejak abad pertengahan, ketika cahaya yang menembus kaca dianggap bernilai simbolis. Di Indonesia, kaca patri dapat dilihat pada bangunan peninggalan kolonial, gereja, dan sebagian bangunan ibadah serta rumah bergaya klasik.

Kaca tiup Murano

Perajin Murano di Venesia terkenal dengan lampu gantung, gelas, dan patung kaca berwarna. Seni meniup kaca membutuhkan latihan bertahun-tahun karena kaca harus dibentuk selama masih panas dan lentur.

Lukisan kaca di Indonesia

Lukisan di balik kaca (reverse glass painting) dikenal di Jawa, terutama Cirebon, dengan tema wayang, kaligrafi, dan tokoh legenda. Pelukis mengerjakan gambar dari detail terdepan lebih dulu karena yang dilukis pertama justru terlihat paling depan dari sisi kaca. Hasilnya berwarna cerah dan mengilap.

Kaca hias modern

  • Sandblast dan etching untuk motif di pintu dan partisi. Lihat Kaca frosted dan sandblast.
  • Digital print pada kaca untuk gambar atau pola bebas.
  • Kaca fusing dan kaca cetak untuk panel dekoratif dan karya seni.

Bila Anda ingin motif tertentu pada kaca pintu atau partisi, bawa referensinya saat konsultasi dengan tim kami.

Masih ragu memilih yang tepat?

Konsultasi dan survei lokasi gratis di Surabaya dan sekitarnya.

Chat WhatsAppTanya langsung ke kami