Sebagian besar kaca bangunan adalah kaca soda-kapur (soda-lime). Resepnya sederhana tetapi harus sangat teliti agar warna dan kekuatannya konsisten.
Komposisi umum
- Pasir silika (SiO₂), sekitar 70 persen. Pembentuk utama kaca.
- Soda ash (natrium karbonat), sekitar 13 sampai 15 persen. Menurunkan titik lebur supaya lebih hemat energi.
- Batu kapur dan dolomit, sekitar 8 sampai 12 persen. Membuat kaca lebih tahan air dan awet.
- Bahan tambahan kecil seperti alumina, untuk memperbaiki sifat kaca.
- Pecahan kaca (cullet), bisa dipakai dalam jumlah besar karena mempercepat peleburan.
Angka di atas hanya perkiraan umum; tiap pabrik punya resep sendiri.
Mengapa warna bisa berbeda
Kaca bening sedikit kehijauan karena jejak besi. Bahan lain dipakai untuk memberi warna: kobalt untuk biru, selenium untuk perunggu, dan oksida besi untuk hijau atau abu-abu. Hasilnya adalah kaca tinted. Lihat Kaca tinted, reflektif, dan low-E.
Suhu peleburan
Campuran dilebur pada suhu sekitar 1.500 °C, lalu dialirkan ke bak timah untuk dibentuk menjadi pita rata. Prosesnya dijelaskan di Proses pembuatan kaca float.
Kaca khusus
Kaca tahan panas seperti borosilikat memakai boron oksida dalam jumlah besar sehingga tidak mudah retak akibat perubahan suhu. Itu alasan kaca laboratorium dan peralatan masak kaca memakai bahan yang berbeda dari kaca jendela.
Konsultasi dan survei lokasi gratis di Surabaya dan sekitarnya.
