Sains & Lingkungan

Kaca Tahan Api: Apa Bedanya dengan Kaca Biasa?

Kaca tempered biasa bukan kaca tahan api. Pelajari jenis kaca tahan api, makna kode ketahanannya, dan kapan bangunan membutuhkannya.

Kaca Tahan Api: Apa Bedanya dengan Kaca Biasa?
Daftar isi
  1. Jenis kaca tahan api
  2. Cara membaca ketahanannya
  3. Kapan dibutuhkan
  4. Catatan penting

Banyak orang mengira kaca tempered pasti tahan api. Padahal kaca tempered biasa tetap bisa pecah ketika terkena panas tinggi dan tidak menahan api maupun panas. Kaca tahan api adalah produk khusus.

Jenis kaca tahan api

  • Kaca keramik yang hampir tidak memuai sehingga tahan perubahan suhu mendadak.
  • Kaca borosilikat tempered yang tahan kejut panas.
  • Kaca laminated dengan lapisan intumescent yang mengembang menjadi busa penghalang panas ketika terkena api.

Cara membaca ketahanannya

Di banyak negara, kode yang dipakai antara lain:

  • E (integrity): menahan api dan asap agar tidak menembus.
  • EI (integrity + insulation): selain menahan api, juga menahan perpindahan panas.
  • Angka seperti 30, 60, atau 120 menunjukkan lama ketahanan dalam menit.

Kapan dibutuhkan

Biasanya pada partisi koridor evakuasi, pintu penahan api, dan dinding antar-zona kebakaran di gedung. Kebutuhan pastinya ditentukan oleh peraturan bangunan dan konsultan keselamatan kebakaran, bukan oleh vendor kaca saja.

Catatan penting

  • Kaca tahan api harus dipasang dengan rangka dan sealant tahan api yang sesuai.
  • Kaca berkawat (wired glass) yang lama tahan api, tetapi tidak aman terhadap benturan.
  • Jangan mengganti kaca tahan api dengan kaca biasa saat renovasi.

Untuk keselamatan umum, baca Standar kaca tempered dan heat soak test.

Masih ragu memilih yang tepat?

Konsultasi dan survei lokasi gratis di Surabaya dan sekitarnya.

Chat WhatsAppTanya langsung ke kami