Sains & Lingkungan

Daur Ulang Kaca dan Dampaknya bagi Lingkungan

Kaca dapat dilebur dan dibuat ulang tanpa kehilangan mutu, tetapi tidak semua jenis kaca bisa masuk ke jalur daur ulang yang sama.

Daur Ulang Kaca dan Dampaknya bagi Lingkungan
Daftar isi
  1. Mengapa daur ulang menguntungkan
  2. Tidak semua kaca sama
  3. Apa yang bisa Anda lakukan
  4. Kaca dan efisiensi energi

Kaca adalah bahan yang ramah daur ulang. Pecahan kaca (cullet) dilebur kembali bersama bahan baku dan menghasilkan kaca baru.

Mengapa daur ulang menguntungkan

  • Pecahan kaca melebur pada suhu lebih rendah daripada bahan mentah, sehingga energi pabrik berkurang. Sebagai gambaran kasar, makin besar porsi cullet makin hemat energi.
  • Pemakaian bahan baku baru seperti pasir dan soda ash berkurang.
  • Limbah di tempat pembuangan akhir menurun.

Tidak semua kaca sama

  • Kaca float biasa paling mudah didaur ulang.
  • Kaca tempered tidak bisa dipotong ulang, tetapi pecahannya dapat dikumpulkan sebagai cullet bila tidak bercampur bahan lain.
  • Kaca laminated perlu proses pemisahan interlayer dari kaca sehingga lebih rumit. Lihat Interlayer PVB dan SGP.
  • Kaca cermin, kaca berlapis, dan kaca frit mengandung lapisan yang bisa mengganggu hasil lebur.

Apa yang bisa Anda lakukan

  1. Pilih ukuran yang tepat sejak awal supaya sisa potongan sedikit.
  2. Simpan sisa kaca yang masih layak untuk keperluan kecil, misalnya rak atau penutup meja.
  3. Pisahkan pecahan kaca dari sampah lain dan bungkus dengan aman sebelum dibuang atau diserahkan ke pengepul.
  4. Tanyakan kepada vendor apakah sisa kaca bekas pasang dapat dikumpulkan kembali.

Kaca dan efisiensi energi

Dampak kaca bagi lingkungan sebenarnya lebih besar selama pemakaian: kaca yang tepat mengurangi panas masuk dan beban AC. Baca Membaca spesifikasi kaca.

Masih ragu memilih yang tepat?

Konsultasi dan survei lokasi gratis di Surabaya dan sekitarnya.

Chat WhatsAppTanya langsung ke kami