Sealant adalah bahan elastis yang mengisi celah antara kaca dengan kusen, lantai, atau dinding. Fungsinya menutup rembesan air dan udara, meredam getaran kecil, serta memberi tampilan sambungan yang bersih.
Jenis sealant yang umum
- Silikon netral (neutral cure): tidak berbau tajam dan tidak korosif. Cocok untuk kaca, aluminium, stainless, dan kaca cermin. Ini pilihan yang umum untuk pemasangan kaca yang rapi.
- Silikon asetat (acetic cure): berbau cuka saat mengering, harganya lebih murah. Bisa menimbulkan karat pada logam tertentu dan merusak lapisan belakang cermin, sehingga tidak cocok untuk semua pemakaian.
- Silikon struktural: dipakai untuk merekatkan kaca pada rangka fasad dan menahan beban. Pemasangannya mengikuti spesifikasi teknis pabrik.
- Silikon anti jamur: dirancang untuk area basah seperti kamar mandi dan shower.
Tips pemasangan yang rapi
- Bersihkan permukaan dari debu, minyak, dan sisa sealant lama; pastikan benar-benar kering.
- Tempel masking tape di kedua sisi celah supaya garis sambungan lurus.
- Tarik sealant dalam satu alur yang kontinu, lalu ratakan sebelum mulai mengering.
- Lepas masking tape sebelum sealant membentuk kulit.
- Beri waktu pengeringan. Hindari terkena air dan benturan selama sealant belum mengeras sempurna; lapisan tebal membutuhkan waktu lebih lama.
Kapan perlu diganti
Sealant yang menguning, retak, mengelupas, atau berjamur sebaiknya dikerjakan ulang. Cukup kikis sealant lama sampai bersih, lalu pasang yang baru. Kebocoran di sambungan yang dibiarkan bisa merembes ke dinding atau lantai.
Masih ragu memilih yang tepat?
Konsultasi dan survei lokasi gratis di Surabaya dan sekitarnya.
